KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia memperkenalkan inisiatif baru yang komprehensif dalam mendukung pendidikan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. Pada Sabtu, 5 April 2026, kampus yang berlokasi di Jalan Sultan Muhammad Saleh, Poasia, Kendari ini secara resmi meluncurkan program beasiswa dan bantuan pendidikan terpadu yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Program yang ditawarkan mencakup berbagai skema bantuan mulai dari beasiswa penuh hingga bantuan operasional bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial selama masa studi mereka. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengurangi tingkat putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
Latar Belakang dan Motivasi Peluncuran Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah berkomitmen sejak awal berdirinya untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun, tantangan finansial tetap menjadi hambatan signifikan bagi ribuan calon mahasiswa dan mahasiswa aktif dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan atau menyelesaikan pendidikan mereka.
Data internal universitas menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari total 8.500 mahasiswa aktif di Kampus Poasia berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah rata-rata provinsi. Kondisi ini mendorong pimpinan universitas untuk mengembangkan strategi finansial yang lebih inklusif dan komprehensif.
“Kami menyadari bahwa banyak anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi hanya karena faktor ekonomi. Ini adalah kehilangan besar bagi bangsa kita,” ujar Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataannya pada acara peluncuran program tersebut.
Skema Beasiswa yang Ditawarkan
Program beasiswa yang diluncurkan pada hari Sabtu lalu memiliki beberapa kategori yang disesuaikan dengan kebutuhan dan prestasi mahasiswa. Pertama adalah Beasiswa Penuh Muhammadiyah (BPM) yang mencakup 100 persen biaya pendidikan, akomodasi, dan tunjangan hidup bulanan sebesar Rp 500.000 hingga Rp 750.000 per bulan tergantung lokasi tempat tinggal mahasiswa.
Kategori kedua adalah Beasiswa Parsial Prestasi yang memberikan potongan biaya pendidikan antara 50 hingga 75 persen bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang cemerlang. Beasiswa ini juga mempertimbangkan kemampuan finansial keluarga sebagai kriteria pendukung.
Ketiga adalah Program Bantuan Operasional Mahasiswa Berprestasi (POMBP) yang menyediakan dana operasional berkala untuk mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kemampuan mahasiswa. Dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 2 miliar per tahun akademik.
Keempat adalah Dana Darurat Pendidikan (DDP) yang merupakan bantuan tambahan untuk mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial mendadak selama masa studi. Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan permohonan bantuan hingga Rp 5 juta per tahun akademik.
Kelima adalah Beasiswa Afirmasi Daerah Terpencil yang khusus dialokasikan untuk mahasiswa yang berasal dari kabupaten-kabupaten terpencil di Sulawesi Tenggara seperti Buton, Buton Utara, Wakatobi, dan Kolaka. Program ini menawarkan beasiswa penuh dengan tambahan bonus prestasi sebesar Rp 1 juta per semester bagi mahasiswa yang mencapai IPK minimal 3,50.
Target dan Alokasi Dana
Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis oleh Bagian Administrasi Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, program beasiswa tahun 2026 ini menargetkan untuk memberikan manfaat kepada minimal 500 mahasiswa dari total populasi mahasiswa aktif. Alokasi anggaran tahunan yang dialokasikan universitas untuk program ini mencapai Rp 18 miliar, dengan sumber pendanaan berasal dari kontribusi yayasan Muhammadiyah, pendapatan operasional universitas, dan kemitraan dengan lembaga filantropi.
“Kami telah mengalokasikan 15 persen dari total anggaran operasional universitas untuk program beasiswa dan bantuan pendidikan ini. Ini adalah komitmen serius kami terhadap pemerataan akses pendidikan,” jelaskan Dr. Hj. Siti Nurhaliza, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dalam pidatonya pada acara peluncuran, Dr. Nurhaliza juga menambahkan bahwa universitas berkomitmen untuk meningkatkan alokasi ini hingga 20 persen dalam tiga tahun ke depan jika performanya terus meningkat.
Persyaratan dan Proses Seleksi
Untuk mengakses program-program beasiswa tersebut, mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi dan akademik yang telah ditetapkan oleh panitia beasiswa universitas. Persyaratan umum meliputi status sebagai mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Kendari, tidak menerima beasiswa dari sumber lain secara bersamaan, dan memiliki catatan akademik yang baik dengan minimal IPK 2,75.
Untuk beasiswa dengan kategori prestasi, mahasiswa harus menunjukkan pencapaian akademik dengan IPK minimum 3,25, atau memiliki prestasi non-akademik yang signifikan di tingkat regional atau nasional dalam satu tahun terakhir. Prestasi non-akademik yang dihargai mencakup pencapaian dalam bidang olahraga, seni, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kepemimpinan.
Khusus untuk Beasiswa Penuh Muhammadiyah, universitas juga melakukan verifikasi status ekonomi keluarga melalui mekanisme home visit atau investigasi sosial oleh tim khusus dari Bagian Kesejahteraan Mahasiswa. Tim ini akan mengunjungi rumah calon penerima beasiswa untuk memastikan keaslian keterangan penghasilan keluarga yang diajukan.
“Proses verifikasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa beasiswa kami benar-benar sampai ke tangan mahasiswa yang paling membutuhkan. Kami tidak akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang sebenarnya mampu tetapi berusaha memanipulasi data keuangan keluarganya,” ujar Drs. Muhammad Hasan Ridha, M.Si., Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak dan Harapan ke Depan
Peluncuran program beasiswa komprehensif ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang terukur bagi institusi maupun mahasiswa. Pertama, program ini diproyeksikan dapat mengurangi tingkat dropout mahasiswa yang sebelumnya mencapai 8-10 persen per tahun akademik.
Kedua, dengan meningkatnya akses finansial, mahasiswa diharapkan dapat fokus pada aktivitas akademik dan pengembangan keterampilan tanpa terbebani oleh kekhawatiran tentang pembayaran biaya kuliah dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketiga, program ini akan memperkuat reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang benar-benar peduli terhadap aksesibilitas pendidikan bagi semua kalangan.
Keempat, secara jangka panjang, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan universitas karena institusi akan menerima mahasiswa dengan potensi yang lebih baik, bukan hanya berdasarkan kemampuan finansial.
Prof. Dr. H. Zainal Abidin dalam kesempatan yang sama juga mengungkapkan visi jangka panjangnya, “Dalam lima tahun ke depan, kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi pilihan utama bagi siswa-siswa berbakat dari keluarga kurang mampu di seluruh Sulawesi Tenggara. Program beasiswa ini adalah langkah pertama menuju visi itu.”
Respons Komunitas Mahasiswa
Respons dari komunitas mahasiswa terhadap peluncuran program ini sangat positif. Siti Amelia Putri, mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yang sekaligus menjadi ketua Dewan Mahasiswa Kampus Poasia, mengatakan bahwa program ini sudah ditunggu-tunggu oleh banyak rekan mahasiswanya.
“Banyak mahasiswa kami yang benar-benar berjuang keras secara finansial untuk bisa melanjutkan kuliah di sini. Program beasiswa ini adalah angin segar bagi mereka. Kami percaya ini akan membuat mahasiswa lebih termotivasi untuk berprestasi,” ujar Amelia dalam wawancara dengan redaksi.
Sementara itu, Rizki Pratama, mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Informatika yang merupakan penerima beasiswa parsial, mengatakan bahwa beasiswa yang diterimanya telah membantu mengurangi beban finansialnya secara signifikan.
“Sebelum mendapatkan beasiswa, saya harus bekerja part-time di samping kuliah. Sekarang saya bisa fokus pada studi saya dan aktif di organisasi kampus. Ini benar-benar mengubah hidupku,” tutup Rizki.
Penutup
Peluncuran program beasiswa dan bantuan pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 5 April 2026 menandai komitmen serius institusi dalam mewujudkan misi pendidikannya yang inklusif. Dengan alokasi dana sebesar Rp 18 miliar dan target pemberian beasiswa kepada 500 mahasiswa, universitas ini telah menunjukkan keseriusan dalam mengatasi hambatan finansial yang sering menjadi penghalang aksesibilitas pendidikan tinggi.
Program ini juga mencerminkan nilai-nilai dasar organisasi Muhammadiyah yang sejak awal didirikan memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada semua lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi mereka.
Ke depannya, diharapkan program ini tidak hanya berdampak bagi universitas dan mahasiswanya, tetapi juga bagi pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. Dengan lebih banyak generasi muda yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi, diharapkan akan tercipta ekosistem pendidikan dan inovasi yang lebih baik di kawasan timur Indonesia.
—
Artikel ditulis berdasarkan pernyataan resmi institusi dan wawancara dengan narasumber pada acara peluncuran program beasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia pada Sabtu, 5 April 2026.