Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya Kampus Poasia yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Poasia, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi meluncurkan program pembangunan dan renovasi fasilitas serta infrastruktur kampus yang komprehensif pada hari Rabu, 09 April 2026. Proyek strategis ini, yang menginvestasikan dana sebesar Rp 47 miliar, diharapkan dapat menghadirkan transformasi signifikan bagi ekosistem akademik dan meningkatkan daya saing institusi pendidikan tinggi tersebut di tingkat regional dan nasional.
Keputusan untuk melaksanakan program pembangunan infrastruktur berskala besar ini didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik kampus yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Data dari tim audit internal Unismuh Kendari menunjukkan bahwa beberapa fasilitas utama memerlukan peremajaan, sementara beberapa sektor akademik membutuhkan penambahan infrastruktur modern guna mendukung metode pembelajaran kontemporer.
Latar Belakang Pembangunan Infrastruktur Kampus
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah menjadi wadah bagi ribuan mahasiswa dalam mengejar gelar akademik di berbagai disiplin ilmu. Sejak berdirinya kampus Poasia ini, institusi tersebut telah berkontribusi aktif dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.
Namun, dengan meningkatnya jumlah mahasiswa yang mencapai 5.847 orang per semester akademik 2025/2026 dan perkembangan pesat dalam metodologi pembelajaran berbasis teknologi digital, Unismuh Kendari merasa perlu melakukan langkah strategis untuk menyesuaikan kapasitas dan kualitas infrastrukturnya. Selain itu, tuntutan akreditasi institusional yang semakin ketat juga menjadi pendorong utama inisiatif pembangunan ini.
“Kami memahami bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari kompetensi dosen dan kurikulum yang relevan, melainkan juga dari kualitas fasilitas fisik yang mendukung proses pembelajaran,” ujar Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sartono, M.Sc., dalam sambutan resmi pembukaan proyek pada Rabu pagi itu. Bambang Sartono, yang telah memimpin institusi ini sejak 2020, menunjukkan komitmen penuhnya terhadap perbaikan berkelanjutan.
Komponen Utama Proyek Pembangunan
Program pembangunan infrastruktur yang telah disusun melalui dialog intensif dengan berbagai pemangku kepentingan—termasuk senat akademik, dewan mahasiswa, dan asosisasi alumni—mencakup beberapa komponen strategis yang dirancang untuk menciptakan ekosistem kampus yang modern dan inklusif.
Pertama, pembangunan gedung perpustakaan digital berlantai lima yang akan dilengkapi dengan sistem automasi perpustakaan terkini, ruang belajar interaktif, dan studio digital untuk mendukung penelitian mahasiswa. Gedung perpustakaan yang baru ini akan menjadi pusat sumber informasi akademik dengan kapasitas menyimpan lebih dari 150.000 judul buku fisik dan akses ke database jurnal elektronik internasional. Total biaya investasi untuk fasilitas ini mencapai Rp 16,5 miliar dan diproyeksikan selesai pada kuartal ketiga tahun 2027.
Kedua, renovasi komprehensif terhadap lima gedung laboratorium yang akan disesuaikan dengan standar internasional. Laboratorium-laboratorium ini akan melayani berbagai program studi, mulai dari program teknik sipil, teknik mesin, teknologi informasi, hingga laboratorium kesehatan dan sains dasar. Investasi untuk aspek ini mencapai Rp 18,2 miliar dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas praktikum mahasiswa hingga 80 persen.
Ketiga, pembangunan gedung pusat olahraga dan rekreasi mahasiswa yang bertujuan mendukung pengembangan karakter holistik. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan lapangan indoor untuk berbagai cabang olahraga, area fitness modern, studio yoga, dan kolam renang Olympic-size standard. Investasi sebesar Rp 12,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas rekreasi yang komprehensif ini.
Keempat, pembaruan infrastruktur jaringan teknologi informasi kampus dengan memasang fiber optic backbone, meningkatkan kecepatan internet hingga 1 Gbps di seluruh area kampus, dan membangun data center yang redundan untuk mendukung sistem pembelajaran daring (e-learning) yang lebih robust. Investasi teknologi informasi ini mencapai Rp 5,8 miliar.
Terakhir, revitalisasi ruang hijau kampus dengan penghijauan strategis, pembangunan taman edukasi lingkungan, dan instalasi sistem pengelolaan air limbah yang ramah lingkungan. Alokasi anggaran untuk program sustainability ini adalah Rp 4,2 miliar.
Pernyataan Pemimpin Universitas dan Stakeholder
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unismuh Kendari, Dr. Eka Putri Wijayanto, M.Si., menekankan bahwa proyek infrastruktur ini sejalan dengan visi jangka panjang institusi untuk menjadi universitas yang adaptive dan innovative. “Dengan adanya laboratorium yang lebih modern dan perpustakaan digital yang lengkap, kami yakin dapat meningkatkan output penelitian mahasiswa dan dosen kami. Tahun lalu saja, kami sudah menghasilkan 47 publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi, dan angka ini akan meningkat signifikan dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik,” papar Dr. Eka dalam diskusi media yang diadakan seusai acara peluncuran.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Suharman, S.T., M.T., juga menambahkan bahwa infrastruktur yang ditingkatkan akan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan institusi pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. “Kami menargetkan untuk memasuki sistem akreditasi BAN-PT dengan grade A pada tahun 2028. Investasi infrastruktur ini adalah bagian integral dari strategi kami untuk mencapai target tersebut,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Dari sisi mahasiswa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unismuh Kendari, Muhammad Rizki Pratama, menyambut baik inisiatif pembangunan ini. “Selama ini, kami sering mengalami kendala dalam mengakses laboratorium karena keterbatasan peralatan dan jadwal praktikum yang padat. Dengan pembangunan lima gedung laboratorium baru, kesempatan praktikum akan meningkat drastis. Selain itu, fasilitas pusat olahraga dan rekreasi akan memberikan ruang yang lebih nyaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi non-akademik,” ungkap Rizki, mahasiswa semester delapan Program Studi Teknik Informatika.
Dampak dan Signifikansi Proyek
Proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 47 miliar ini diharapkan membawa dampak multidimensional bagi ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, dari perspektif akademik, peningkatan kualitas fasilitas laboratorium akan memungkinkan pengembangan kurikulum yang lebih berorientasi pada praktik dan penelitian. Hal ini sejalan dengan standar pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada experiential learning dan problem-based learning.
Kedua, dari aspek daya tarik institusi, fasilitas yang lebih modern akan meningkatkan desirability calon mahasiswa untuk mendaftar di Unismuh Kendari. Data menunjukkan bahwa calon mahasiswa dan orang tua mereka semakin mempertimbangkan kualitas infrastruktur fisik kampus dalam memilih universitas. Dengan adanya perpustakaan digital berstandar internasional dan fasilitas olahraga yang lengkap, Unismuh Kendari akan lebih kompetitif dalam merebut mahasiswa berprestasi.
Ketiga, investasi infrastruktur ini akan menciptakan lapangan kerja tambahan, baik selama fase konstruksi maupun dalam operasional fasilitas-fasilitas baru. Diperkirakan proyek ini akan melibatkan sekitar 300-400 tenaga kerja konstruksi selama dua tahun, serta membuka peluang rekrutmen operator, teknisi, dan staf administratif untuk mengurus fasilitas-fasilitas baru tersebut.
Keempat, dari dimensi keberlanjutan, inisiatif penghijauan dan pengelolaan limbah yang terintegrasi akan meningkatkan kesadaran komunitas akademik terhadap isu-isu lingkungan. Unismuh Kendari bahkan memiliki rencana untuk mencapai status “Green Campus” dalam lima tahun ke depan.
Timeline dan Mekanisme Implementasi
Menurut informasi yang disampaikan oleh Direktur Pembangunan dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Kampus, Ir. Mukhtar Salim, M.M., pelaksanaan proyek akan dibagi menjadi beberapa fase bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas akademik yang sedang berlangsung. Fase pertama (April 2026 – Agustus 2027) akan fokus pada pembangunan gedung perpustakaan digital dan renovasi laboratorium tahap pertama. Fase kedua (September 2027 – Maret 2028) akan mengerjakan pembangunan pusat olahraga dan laboratorium tahap kedua. Sementara fase ketiga (April 2028 – Desember 2028) akan menyelesaikan seluruh komponen proyek termasuk penghijauan dan finalisasi infrastruktur teknologi informasi.
“Kami telah melakukan feasibility study yang mendalam dan koordinasi dengan pemerintah daerah Kota Kendari untuk memastikan tidak ada hambatan perizinan. Kontraktur utama yang ditunjuk adalah PT Karya Citra Mandiri, sebuah perusahaan konstruksi dengan track record yang solid di kawasan Sulawesi Tenggara,” jelas Ir. Mukhtar dalam sesi tanya jawab.
Pendanaan untuk proyek ini berasal dari kombinasi sumber: 60 persen dari dana operasional universitas yang terakumulasi dari investasi jangka panjang, 25 persen dari pinjaman lunak yang dinegosiasikan dengan lembaga keuangan syariah, dan 15 persen dari kontribusi yayasan pendiri dan program corporate social responsibility dari mitra industri strategis.
Visi Jangka Panjang Universitas
Lebih jauh, Rektor Prof. Bambang Sartono menyatakan bahwa proyek pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari roadmap transformasi Unismuh Kendari menuju 2035. “Visi kami adalah menjadi universitas yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memiliki reputasi regional di Asia Tenggara. Untuk mencapai hal itu, kami perlu memastikan bahwa setiap aspek dari universitas kami—mulai dari kualitas akademik, penelitian, hingga infrastruktur fisik—memenuhi standar internasional,” tegas beliau.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor juga mengumumkan rencana pengembangan tahap kedua yang akan dilakukan setelah 2028, mencakup pembangunan gedung asrama mahasiswa, expansion dari fasilitas kesehatan kampus, dan pengembangan innovation hub untuk mendukung entrepreneurship mahasiswa.
Kesimpulan
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia pada 09 April 2026 menandai dimulainya era baru dalam perjalanan institusi pendidikan ini menuju keunggulan yang lebih tinggi. Dengan investasi sebesar Rp 47 miliar dan komitmen yang solid dari pimpinan universitas, proyek ini diharapkan dapat menghadirkan transformasi yang nyata dan terukur bagi seluruh pemangku kepentingan komunitas akademik.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas tantangan global dan cepatnya perubahan teknologi, investasi terhadap infrastruktur pendidikan bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga keharusan strategis. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui inisiatif pembangunan ini, telah menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika zaman, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai fondamental institusi sebagai lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang berkontribusi pada kemajuan masyarakat lokal dan nasional.
Kini, semua pihak menantikan realisasi dari visi yang telah dicanangkan. Dengan dukungan penuh dari civitas akademika, pemerintah lokal, dan mitra-mitra strategis, Universitas Muhammadiyah Kendari diprediksi akan menjadi institusi pendidikan yang semakin relevan dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja dan masyarakat Indonesia di era modern ini.
—
[Jumlah kata: 1.847 kata]