Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia menggelar program besar-besaran bertajuk “Leadership Development Summit 2026” pada Jumat hingga Sabtu, 18-19 April 2026. Inisiatif kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa ini bertujuan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mahasiswa melalui serangkaian workshop, seminar, dan simulasi kepemimpinan yang intensif.
Program yang diselenggarakan di Aula Serba Guna Kampus Poasia ini berhasil menghadirkan lebih dari 500 peserta, jauh melampaui target awal sebesar 350 mahasiswa. Kehadiran peserta yang membludak menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa Unismuh Kendari terhadap pengembangan diri dan kompetensi kepemimpinan dalam organisasi.
Ketua BEM Unismuh Kendari 2025-2026, Aldi Pratama Wijaya, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen organisasi mahasiswa untuk menciptakan pemimpin muda yang berkualitas, visioner, dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang baik dimulai dari pendidikan dan pengembangan diri yang konsisten. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengetahuan praktis tentang manajemen organisasi, komunikasi efektif, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab sosial kepada para mahasiswa,” ujar Aldi Pratama dalam sambutan pembukaan program, Jumat pagi, 18 April 2026.
Kolaborasi Lintas Organisasi Mahasiswa
Aspek menarik dari kegiatan ini adalah melibatkan kolaborasi aktif dari berbagai organisasi mahasiswa di Kampus Poasia, termasuk Senat Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari empat fakultas, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat kedisiplinan, serta berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Menurut Wakil Ketua BEM yang menangani bidang Akademik dan Pengembangan, Sinta Kumala Dewi, kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kepemimpinan mahasiswa secara holistik.
“Dengan melibatkan semua organisasi mahasiswa, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun networking yang kuat antar mahasiswa. Setiap organisasi membawa perspektif unik dan pengalaman yang berharga untuk dibagikan kepada peserta,” jelas Sinta Kumala Dewi saat ditemui di ruang sekretariat BEM, Kamis sore, 17 April 2026.
Struktur dua hari program ini mencakup tiga fase utama. Fase pertama pada pagi hari Jumlah, 18 April, adalah pembukaan dan orientasi peserta dengan materi tentang visi kepemimpinan modern. Fase kedua mencakup enam workshop paralel yang disesuaikan dengan minat peserta, meliputi manajemen organisasi, public speaking dan komunikasi, keuangan organisasi, strategic planning, pengembangan proposal kegiatan, dan media sosial untuk kepentingan organisasi.
Narasumber Berkompeten dari Praktisi dan Akademisi
Program ini menghadirkan berbagai narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Salah satu pembicara utama adalah Dr. Bambang Sutrisno, seorang praktisi organisasi nonprofit yang telah bekerja selama 15 tahun di berbagai lembaga sosial di Indonesia. Dalam sesinya yang bertajuk “Kepemimpinan Transformatif untuk Perubahan Sosial,” Dr. Bambang menekankan pentingnya integritas dan visi jangka panjang dalam memimpin suatu organisasi.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi memiliki visi untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi organisasi dan masyarakat. Kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan hanya memerintah,” papar Dr. Bambang Sutrisno dalam sesinya yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta di Aula Utama Kampus Poasia.
Narasumber lainnya adalah Ibu Ratna Kusuma, seorang praktisi media sosial dan digital marketing yang telah membantu berbagai organisasi mahasiswa di Indonesia mengembangkan strategi komunikasi digital mereka. Ibu Ratna memberikan insight praktis tentang bagaimana organisasi mahasiswa dapat memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan engagement dengan anggota dan publik.
“Media sosial bukan hanya tentang postingan yang menarik, tetapi tentang membangun komunitas yang engaged. Organisasi mahasiswa harus memahami audiens mereka, konsisten dalam berkomunikasi, dan responsif terhadap feedback dari pengikut mereka,” katanya dalam workshop “Digital Storytelling untuk Organisasi Mahasiswa” yang berlangsung pada Jumat sore, 18 April 2026.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Rector Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muliadi, M.Si., memberikan sambutan khusus yang menekankan komitmen universitas terhadap pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Meski tidak dapat hadir secara fisik karena sedang berada di Jakarta untuk menghadiri rapat senat universitas, Prof. Muliadi mengirimkan video pesan yang ditampilkan di awal acara.
“Mahasiswa adalah aset berharga bagi bangsa dan institusi. Kepemimpinan yang berkualitas, berintegritas, dan berakhlak mulia adalah fondasi dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Saya sangat bangga dengan inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa Unismuh Kendari yang terus berinovasi dalam mengembangkan mahasiswa kami,” ujar Prof. Muliadi dalam rekaman videonya.
Secara langsung, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Ir. H. Suardi, M.Eng., hadir menutup acara pada Sabtu sore, 19 April 2026. Dr. Suardi mengingatkan pentingnya mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan hard skills melalui perkuliahan, tetapi juga soft skills melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
“Organisasi mahasiswa adalah laboratorium nyata untuk mengembangkan kepemimpinan. Kami mendorong mahasiswa untuk aktif dan mengambil peran penting dalam organisasi mereka. Universitas siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk resources maupun mentoring, untuk memastikan organisasi mahasiswa berjalan dengan baik,” tegas Dr. Suardi sambil memberikan sertifikat apresiasi kepada panitia penyelenggara.
Simulasi Kepemimpinan Mencuri Perhatian
Bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta adalah sesi simulasi kepemimpinan yang diselenggarakan pada Sabtu, 19 April 2026. Dalam sesi ini, peserta dibagi menjadi delapan kelompok kecil yang masing-masing harus mengelola “organisasi simulasi” dengan tantangan dan tugas-tugas yang berbeda selama enam jam.
Setiap kelompok ditugaskan untuk merancang dan melaksanakan sebuah kegiatan sosial dengan anggaran terbatas, merekrut anggota, membuat proposal, mengurus perizinan, dan mengevaluasi kegiatan mereka. Fasilitator dari kalangan pengurus BEM dan ketua-ketua HMPS mendampingi setiap kelompok untuk memberikan feedback dan guidance.
Peserta simulasi, Putri Santoso, mahasiswa semester lima dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengatakan bahwa simulasi ini memberikan pembelajaran yang sangat praktis dan nyata.
“Saya baru saja memahami betapa sulitnya mengkoordinasikan sebuah kegiatan ketika ada banyak anggota dengan pendapat yang berbeda. Simulasi ini membuat saya lebih sadar tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin organisasi. Pengalaman ini sangat berharga untuk mengembangkan kepemimpinan saya,” ungkap Putri dengan antusias setelah sesi simulasi berakhir.
Dampak dan Keberlanjutan Program
Dr. Irwan Jaya, Kepala Biro Pengembangan Kemahasiswaan Unismuh Kendari, melihat program ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa di lingkungan universitas.
“Dari perspektif kelembagaan, program seperti ini sangat penting untuk memastikan kontinuitas dan peningkatan kualitas organisasi mahasiswa. Dengan memberikan pelatihan dan pengembangan kepemimpinan yang terstruktur, kami berharap organisasi mahasiswa dapat berjalan dengan lebih profesional dan berdampak positif bagi kampus dan masyarakat,” jelas Dr. Irwan Jaya saat ditemui di Ruang Biro Kemahasiswaan, Senin, 21 April 2026.
Mengikuti kesuksesan program ini, BEM Unismuh Kendari telah merencanakan pelanjutan program sejenis pada semester kedua tahun akademik 2025-2026. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk mengadakan mentoring berkelanjutan bagi peserta yang menunjukkan potensi kepemimpinan tinggi.
Aldi Pratama Wijaya menambahkan bahwa program ini juga akan mendorong diskusi mendalam tentang peran organisasi mahasiswa dalam konteks yang lebih luas, termasuk advokasi kebijakan kampus, keterlibatan sosial masyarakat, dan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
“Kami ingin organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi menjadi voice yang kuat untuk mewakili kepentingan mahasiswa dan berkontribusi pada perubahan positif di kampus dan masyarakat,” tambahnya dengan penuh semangat.
Penutup
Keberhasilan “Leadership Development Summit 2026” yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap pengembangan kepemimpinan. Dengan lebih dari 500 peserta yang hadir, program ini membuktikan bahwa mahasiswa Unismuh Kendari memiliki semangat kuat untuk mengembangkan diri dan berkontribusi pada institusi mereka.
Dukungan penuh dari pimpinan universitas, kolaborasi lintas organisasi mahasiswa, dan keterlibatan narasumber profesional menjadi kunci kesuksesan acara ini. Diharapkan, momentum ini dapat terus dijaga dan dikembangkan untuk menciptakan generasi pemimpin mahasiswa yang semakin berkualitas, visioner, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan akhlak mulia.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Editor: Departemen Publikasi dan Media
Universitas Muhammadiyah Kendari
Kampus Poasia, Kendari
(Artikel ini ditulis berdasarkan hasil liputan dan wawancara yang dilakukan pada 17-21 April 2026)