KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Kampus Poasia yang berlokasi strategis di Kota Kendari, resmi meluncurkan program pembelajaran inovatif berbasis Industri 4.0 pada Senin, 31 Maret 2026. Inisiatif akademik ini merupakan respons konkret terhadap kebutuhan dunia kerja modern yang semakin menuntut keterampilan digital dan adaptasi teknologi tinggi dari para lulusan perguruan tinggi.
Program yang dinamis ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence, machine learning, dan automation systems ke dalam kurikulum berbagai fakultas di Kampus Poasia. Dengan langkah strategis ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap mahasiswanya tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang pesat.
Latar Belakang Peluncuran Program
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meluncurkan program pembelajaran berbasis Industri 4.0 tidak lahir dari keputusan tiba-tiba. Sebaliknya, inisiatif ini merupakan hasil dari riset mendalam dan koordinasi intensif yang melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari akademisi, praktisi industri, hingga alumni yang telah bekerja di sektor profesional.
Menurut data internal yang dihimpun oleh Bagian Penelitian dan Pengembangan Akademik Kampus Poasia, terdapat kesenjangan signifikan antara kompetensi yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan industri lokal dan nasional. Survei yang dilakukan terhadap 150 perusahaan di Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa 67 persen perusahaan menginginkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kemampuan dalam penguasaan teknologi digital, analisis data, dan pemecahan masalah berbasis teknologi.
“Kami menyadari bahwa pendidikan tinggi tidak bisa lagi hanya berfokus pada transfer pengetahuan teoritik semata,” ungkap Dr. Ir. Hasan Abubakar, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Poasia pada pukul 10.00 WITA.
Senada dengan pernyataan Rektor, Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi, Dr. Siti Nurhaliza, M.T., menjelaskan bahwa program ini akan mengubah paradigma pembelajaran di kampus. “Program Industri 4.0 yang kami luncurkan hari ini bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas lulusan kami,” ujar Dr. Nurhaliza dengan penuh keyakinan.
Komponen dan Struktur Program
Program pembelajaran berbasis Industri 4.0 di Kampus Poasia dirancang dengan struktur komprehensif yang mencakup beberapa pilar utama. Pertama, integrasi mata kuliah baru yang fokus pada digital literacy, coding, dan data analysis. Kedua, pengembangan laboratorium teknologi berstandar internasional yang dilengkapi dengan peralatan terkini. Ketiga, kemitraan strategis dengan industri dan perusahaan teknologi terkemuka. Keempat, program magang terstruktur yang memberikan pengalaman praktis langsung.
Untuk mata kuliah, universitas telah merancang kurikulum baru yang akan dimulai pada semester genap tahun akademik 2025-2026. Mata kuliah pilihan seperti “Dasar-dasar Artificial Intelligence,” “Data Science untuk Bisnis,” “Internet of Things dan Aplikasinya,” serta “Cloud Computing dan Infrastruktur Digital” akan tersedia untuk mahasiswa dari berbagai program studi.
Koordinator Program Industri 4.0, Prof. Dr. Muhammad Ridho, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa pemilihan mata kuliah ini didasarkan pada analisis kebutuhan pasar kerja yang komprehensif. “Kami tidak hanya menambahkan mata kuliah begitu saja. Setiap mata kuliah yang kami masukkan adalah hasil dari diskusi dengan praktisi industri, alumni sukses, dan analisis tren perkembangan teknologi global,” jelas Prof. Ridho.
Selain pengembangan kurikulum, Kampus Poasia juga telah mengalokasikan dana signifikan untuk pembangunan fasilitas laboratorium teknologi. Investasi sebesar 4,5 miliar rupiah telah disetujui oleh Dewan Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk membangun Technology Innovation Hub di Kampus Poasia. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan server room berteknologi tinggi, ruang coding dengan 100 workstation high-performance, dan studio digital untuk pengembangan konten multimedia.
“Laboratorium ini akan menjadi jantung dari pelaksanaan program Industri 4.0 kami. Mahasiswa akan memiliki akses 24 jam untuk mengembangkan ide dan proyek mereka,” terang Dr. Siti Nurhaliza.
Kemitraan Strategis dengan Industri
Salah satu keunggulan program ini adalah kemitraan strategis yang telah dibangun dengan berbagai perusahaan teknologi dan industri. Hingga saat peluncuran program, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 12 perusahaan terkemuka, termasuk PT Telkom Indonesia, PT Bank Mandiri, dan beberapa startup teknologi lokal.
Melalui kemitraan ini, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengikuti workshop, seminar, dan pelatihan langsung dari praktisi industri. Lebih dari itu, program magang terstruktur akan menghubungkan mahasiswa dengan perusahaan mitra untuk mendapatkan pengalaman praktis yang sesungguhnya.
Wakil Direktur Operasional PT Telkom Kendari, Budi Hartono, hadir dalam acara peluncuran dan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif akademik ini. “Kami sangat antusias bermitra dengan Universitas Muhammadiyah Kendari. Program seperti ini adalah jembatan yang kita butuhkan untuk menemukan talenta muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mindset inovasi,” kata Budi Hartono.
Dampak pada Mahasiswa dan Lulusan
Dampak nyata dari peluncuran program ini sudah mulai terasa di kalangan mahasiswa Kampus Poasia. Berdasarkan survei cepat yang dilakukan oleh Humas kampus, sebanyak 89 persen mahasiswa menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan minat tinggi untuk mengikuti mata kuliah dan aktivitas yang berkaitan dengan Industri 4.0.
Salah satu mahasiswa semester delapan dari Program Studi Teknik Informatika, Muhammad Iqbal, 22 tahun, mengungkapkan optimismenya. “Saya sangat senang dengan program ini. Selama ini, saya merasa ada gap antara apa yang saya pelajari di kelas dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Dengan program ini, saya yakin akan lebih siap terjun ke dunia kerja setelah lulus nanti,” ujar Muhammad Iqbal.
Sementara itu, Eka Dewi Sulistya, mahasiswa semester enam dari Program Studi Manajemen, juga mengapresiasi inisiatif kampus. “Saya pikir semua program studi harus mengerti tentang teknologi, bukan hanya teknik informatika. Program ini membuat saya dan teman-teman dari fakultas non-teknis bisa belajar tentang digital transformation yang sangat penting untuk karir kami ke depannya,” kata Eka.
Tidak hanya mahasiswa yang aktif, pihak administrasi kampus juga telah melakukan persiapan intensif untuk mendukung pelaksanaan program. Tim Admisi dan Rekrutmen telah memulai proses perekrutan dosen tambahan dengan spesialisasi di bidang teknologi digital. Target kampus adalah merekrut 15 dosen baru dalam enam bulan ke depan, dengan fokus pada bidang AI, data science, dan cybersecurity.
Rencana Implementasi dan Timeline
Peluncuran program Industri 4.0 ini akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Fase pertama, yang berlangsung dari April hingga Juni 2026, akan fokus pada persiapan infrastruktur dan pelatihan dosen. Fase kedua, dari Juli hingga Desember 2026, akan melihat dimulainya penerimaan peserta didik untuk mata kuliah-mata kuliah baru dan aktivasi laboratorium teknologi secara penuh.
Fase ketiga, yang akan berlangsung sepanjang tahun 2027, akan merupakan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas program dan pengembangan lebih lanjut berdasarkan feedback dari mahasiswa, dosen, dan mitra industri.
Plt. Direktur Akademik Kampus Poasia, Dr. Bambang Suryanto, M.Pd., memastikan bahwa setiap fase akan dipantau dengan ketat. “Kami memiliki key performance indicators yang jelas untuk setiap fase. Jika ada aspek yang kurang berjalan optimal, kami siap untuk melakukan adjustment. Fleksibilitas adalah kunci kesuksesan program seperti ini,” terang Dr. Suryanto.
Harapan dan Visi Jangka Panjang
Rektor Hasan Abubakar menegaskan bahwa peluncuran program Industri 4.0 ini adalah bagian dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas terdepan dalam inovasi pendidikan di Kawasan Timur Indonesia. “Dalam lima tahun ke depan, saya yakin universitas kami akan dikenal bukan hanya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkompetensi akademik tinggi, tetapi juga sebagai inkubator talenta-talenta inovatif yang siap mengubah industri,” ungkap Rektor dengan optimisme.
Selain itu, kampus juga berharap bahwa program ini akan meningkatkan positioning Universitas Muhammadiyah Kendari dalam berbagai ranking akademik nasional dan internasional. Target kampus adalah masuk dalam 100 besar universitas terbaik Indonesia dalam kategori riset dan inovasi teknologi dalam tiga tahun ke depan.
Penutup
Peluncuran program pembelajaran berbasis Industri 4.0 di Kampus Poasia, Universitas Muhammadiyah Kendari, menandai babak baru dalam sejarah perkembangan akademik kampus. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kurikulum yang relevan, dan kemitraan strategis dengan industri, program ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Langkah berani yang diambil oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari ini menunjukkan komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kendari khususnya dan Sulawesi Tenggara umumnya. Dengan momentum ini, diharapkan mahasiswa Kampus Poasia dapat menjadi agen perubahan positif dalam transformasi digital di berbagai sektor industri.
Sebagaimana dikatakan oleh Rektor Hasan Abubakar dalam penutup acara peluncuran, “Program ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membentuk mindset mahasiswa kami untuk selalu berinovasi, beradaptasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Itulah misi sejati Muhammadiyah yang kami implementasikan melalui pendidikan.”
Dengan semangat dan komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder, program pembelajaran berbasis Industri 4.0 di Universitas Muhammadiyah Kendari diproyeksikan akan menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat ditiru oleh perguruan tinggi lain di kawasan Timur Indonesia.
—
Laporan dari: Kampus Poasia, Kendari | Senin, 1 April 2026