Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 dalam acara spektakuler yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai program studi. Kegiatan yang berlangsung selama seminggu ini menampilkan beragam kompetisi olahraga, pameran seni budaya, pertunjukan musik tradisional, dan showcase kreativitas mahasiswa yang mencerminkan semangat mengembangkan potensi akademik dan non-akademik di lingkungan kampus.
Festival yang dimulai pada 8 April 2026 ini dirancang sebagai wadah ekspresi mahasiswa sekaligus perayaan kearifan lokal Sulawesi Tenggara. Dengan tema “Seni, Olahraga, dan Budaya: Membangun Generasi Berkarakter Pancasila,” acara ini menghadirkan lebih dari 50 jenis cabang olahraga dan seni yang melibatkan mahasiswa dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Latar Belakang Penyelenggaraan Festival
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan holistik mahasiswa, telah lama mengakui pentingnya keseimbangan antara keunggulan akademik dan pengembangan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 merupakan wujud nyata dari visi Kampus Poasia untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung talenta dan kreativitas mahasiswa.
Sebagai salah satu kampus terbesar Universitas Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia, Kampus Poasia memiliki lebih dari 8.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai program studi, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pendidikan dan Pelatihan Guru, hingga Fakultas Hukum. Keberagaman ini menciptakan peluang unik untuk menyelenggarakan festival yang inklusif dan mencakup berbagai perspektif budaya serta minat olahraga.
Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengatakan bahwa festival ini adalah investasi strategis bagi pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kaya secara spiritual dan budaya. “Kami percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas adalah mereka yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya dan karakter yang kuat. Festival ini adalah manifestasi kepercayaan kami terhadap potensi luar biasa generasi muda Kendari,” ujar Dr. Bambang dalam sambutan pembukaan festival di Lapangan Olahraga Kampus Poasia, Senin 8 April 2026.
Rangkaian Kegiatan Olahraga yang Menarik
Kompetisi olahraga menjadi salah satu highlight utama festival ini dengan menghadirkan cabang-cabang olahraga tradisional dan modern. Pertandingan futsal, voli, bulu tangkis, tenis meja, bola basket, dan sepak bola menjadi pusat perhatian, dengan peserta berasal dari klub olahraga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
Novianto Wijaya, Ketua Badan Olahraga Mahasiswa (BOM) Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi mahasiswa dari berbagai tingkat keahlian. “Kami tidak hanya mencari juara dalam kompetisi ini, tetapi juga ingin membangun semangat kebersamaan dan sportivitas. Lebih dari 400 atlet mahasiswa telah mendaftar untuk berkompetisi dalam berbagai kategori, dari level pemula hingga advanced. Ini menunjukkan antusiasme mahasiswa kami yang luar biasa,” jelasnya.
Salah satu cabang olahraga yang mendapat respons luar biasa adalah pencak silat, yang dalam festival ini menampilkan perpaduan antara seni bela diri tradisional dan kompetisi bergengsi. Sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai tingkat angkatan berkompetisi, menampilkan teknik-teknik yang telah disempurnakan melalui latihan rutin di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat.
“Pencak silat adalah bagian dari identitas budaya Indonesia yang sangat penting. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa olahraga tradisional ini tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Beberapa peserta kami bahkan sudah meraih prestasi di tingkat provinsi,” kata Drs. Hendra Kusuma, Pelatih Pencak Silat UKM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain itu, cabang olahraga ekstrem seperti skateboarding dan parkour juga turut dihadirkan, menunjukkan apresiasi kampus terhadap minat olahraga kontemporer mahasiswa. Hal ini mencerminkan upaya Universitas Muhammadiyah Kendari untuk tetap relevan dengan tren global sambil mempertahankan nilai-nilai lokal.
Puncak Keragaman Seni dan Budaya
Sementara di sisi seni dan budaya, festival ini menghadirkan kemeriahan yang tak kalah memukau. Pameran seni rupa yang menampilkan karya lukis, patung, dan instalasi seni dari mahasiswa Prodi Seni Rupa dan Desain Grafis menjadi daya tarik tersendiri. Lebih dari 150 karya seni dipamerkan, dengan tema-tema yang beragam mulai dari eksplorasi identitas budaya Sulawesi Tenggara hingga kritik sosial kontemporer.
“Karya-karya mahasiswa kami menunjukkan tingkat kematangan artistik yang mengagumkan. Mereka tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga mampu mengangkat isu-isu sosial yang relevan dengan masyarakat. Ini adalah bukti bahwa pendidikan seni di Universitas Muhammadiyah Kendari mampu menghasilkan seniman yang tidak hanya terampil tetapi juga memiliki kesadaran sosial,” ujar Prof. Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Bagian yang paling dinanti-nantikan adalah pertunjukan musik tradisional dan modern yang menampilkan orkestra tradisional Kendari, band-band mahasiswa, dan penari tradisional. Kelompok musik tradisional yang terdiri dari mahasiswa Prodi Musik memainkan alat-alat musik khas Sulawesi Tenggara seperti gong, rebana, dan instrumen tradisional lainnya.
Satu pertunjukan yang mencuri perhatian adalah “Fusion Kendari,” sebuah karya kolaboratif antara mahasiswa Prodi Musik dan Prodi Tari yang menggabungkan melodi tradisional dengan ritme modern. Penampilan ini berlangsung di panggung utama Kampus Poasia dan menghadirkan ratusan penonton dari kalangan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
Yunita Sari, mahasiswi semester 6 Prodi Tari, berbagi pengalaman tentang persiapan pertunjukan ini. “Kami telah mempersiapkan pertunjukan ini selama tiga bulan. Tantangan terbesar adalah mengintegrasikan gerak tari tradisional dengan musik modern tanpa menghilangkan esensi budaya Kendari. Hasilnya, kami percaya telah menciptakan sesuatu yang unik dan memorable bagi semua penonton,” katanya dengan antusias.
Inovasi dan Kompetisi Kreatif
Salah satu elemen paling inovatif dari festival ini adalah Kompetisi Desain Poster Bertema Kesadaran Lingkungan, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai prodi. Sebanyak 45 desain diikutsertakan dalam kompetisi ini, dengan karya-karya yang menampilkan perspektif unik tentang pelestarian lingkungan di era modern.
Direktur Akademik Kampus Poasia, Dr. Muh. Ridwan, S.T., M.T., mengatakan bahwa kompetisi ini dirancang untuk mengintegrasikan isu-isu kontemporer dengan kreativitas mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi seniman atau atlet yang baik, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Kompetisi ini adalah salah satu cara kami untuk memupuk kesadaran tersebut,” jelasnya.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Penyelenggaraan festival ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan mahasiswa. Selain menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas dan kemampuan fisik, festival ini juga memperkuat ikatan persahabatan antar mahasiswa dan menciptakan rasa kebersamaan di tingkat universitas.
Data dari Tim Panitia menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam festival ini meningkat 40% dibandingkan dengan penyelenggaraan festival tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya minat mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan potensi diri mereka.
Budi Santoso, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, menekankan pentingnya investasi kampus dalam mengembangkan talenta mahasiswa. “Mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan olahraga dan seni cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Mereka juga lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional karena telah mengembangkan soft skills seperti kerja sama tim, kepemimpinan, dan manajemen waktu,” katanya.
Penghargaan dan Apresiasi
Dalam acara penutupan festival pada 15 April 2026, diberikan berbagai penghargaan kepada para pemenang dalam setiap cabang olahraga dan seni. Tidak hanya itu, kampus juga memberikan penghargaan khusus kepada panitia festival dan sukarelawan yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan acara ini.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga memberikan apresiasi kepada sponsor-sponsor lokal dan mitra-mitra bisnis yang telah mendukung kesuksesan festival ini. Dukungan dari pihak swasta dan masyarakat lokal menunjukkan bahwa kegiatan akademik di kampus mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
Penutup dan Pandangan Ke Depan
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 di Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia telah berhasil menunjukkan komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Acara yang melibatkan ratusan peserta dan ribuan penonton ini telah menciptakan momen bersejarah bagi komunitas kampus.
Melalui festival ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tentang transfer pengetahuan akademik, tetapi juga tentang pengembangan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan. Mahasiswa-mahasiswa yang telah berkesempatan untuk menampilkan kemampuan mereka di panggung festival ini diharapkan dapat menjadi duta yang membawa nilai-nilai keunggulan, inovasi, dan tanggung jawab sosial ke dunia luar.
Untuk penyelenggaraan festival di tahun-tahun mendatang, pihak universitas telah berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas kegiatan. Rencana strategis meliputi ekspansi cabang olahraga baru, kolaborasi internasional dengan universitas mitra luar negeri, dan peningkatan dukungan finansial untuk UKM yang berprestasi.
Dengan semangat yang dibangun melalui festival ini, generasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 menjadi bukti nyata bahwa Kampus Poasia tidak hanya melahirkan akademisi, tetapi juga individu-individu bertalenta yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan kreativitas, integritas, dan keberanian untuk mengambil risiko positif.
—
Catatan Editor:
Artikel ini telah diverifikasi dengan pihak Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Poasia dan menggunakan data serta kutipan yang akurat sesuai dengan penyelenggaraan festival tersebut.